Menyusun balok mengikuti contoh untuk anak dapat menjadi permainan sederhana ketika Ayah dan Bunda ingin mengajak si kecil mengamati bentuk, posisi, serta urutan tanpa suasana belajar yang kaku. Cukup gunakan beberapa balok yang sudah ada di rumah, buat susunan pendek, lalu ajak anak membuat versi yang mirip di sebelahnya.
Hasilnya tidak harus sama persis. Ada anak yang langsung memperhatikan warna, ada yang lebih tertarik pada tinggi susunan, dan ada pula yang memilih membuat bentuk baru. Semua respons itu dapat menjadi bagian dari permainan. Orang tua cukup memberi contoh yang jelas, menggunakan sedikit balok terlebih dahulu, dan memberi ruang agar anak mencoba dengan caranya sendiri.
Mengapa permainan perlu dimulai dari contoh sederhana?
Susunan balok yang tinggi dan rumit memang terlihat menarik bagi orang dewasa, tetapi belum tentu mudah diamati oleh anak. Jika contoh terdiri dari terlalu banyak bagian, anak dapat bingung menentukan balok mana yang perlu diambil lebih dahulu. Mulailah dari dua atau tiga balok dengan perbedaan yang mudah terlihat, misalnya satu balok merah di bawah dan satu balok kuning di atas.
Contoh sederhana membuat misi permainan lebih jelas. Anak dapat melihat, memilih balok, lalu membandingkan susunannya dengan susunan orang tua. Jika ia menempatkan warna atau posisi yang berbeda, hindari buru-buru membetulkan. Coba ajukan pertanyaan ringan seperti, “Balok yang di bawah punya Bunda warnanya apa?” atau “Punyamu mau dibuat sama atau berbeda?”
Persiapan menyusun balok mengikuti contoh untuk anak
Pilih tempat yang datar dan cukup lega agar balok tidak mudah jatuh karena permukaan yang miring. Lantai beralas tipis atau meja rendah dapat digunakan selama anak nyaman menjangkaunya. Singkirkan benda yang tidak diperlukan supaya area bermain tidak terlalu ramai.
Gunakan balok yang aman, bersih, dan sesuai untuk anak. Untuk sesi awal, siapkan sekitar enam sampai sepuluh balok dengan bentuk yang mudah dibedakan. Ayah dan Bunda tidak perlu mengeluarkan seluruh koleksi sekaligus. Pilihan yang terbatas justru membantu anak memusatkan perhatian pada contoh yang sedang dibuat.
Jika tidak memiliki balok, permainan dapat dimodifikasi memakai benda ringan yang bisa ditumpuk dengan aman, seperti kotak karton kecil atau gelas plastik. Hindari benda pecah belah, benda berat, atau susunan tinggi yang berisiko jatuh mengenai anak. Pendampingan orang dewasa tetap diperlukan selama aktivitas berlangsung.
Langkah bermain menyusun balok bersama anak
1. Kenalkan area contoh dan area anak
Buat dua area berdampingan. Satu area untuk susunan contoh milik orang tua dan satu area untuk anak. Jaraknya jangan terlalu jauh agar anak bisa melihat keduanya dengan mudah. Ayah dan Bunda dapat mengatakan, “Bunda buat di sini, kamu bisa membuatnya di sebelah sini.”
2. Mulai dengan dua balok
Letakkan satu balok, kemudian tambahkan satu balok di atas atau di sampingnya. Lakukan perlahan agar anak melihat urutannya. Setelah itu, beri kesempatan kepadanya memilih balok dan menyusun. Jika anak hanya mengambil satu balok, tunggu beberapa saat sebelum memberi petunjuk.
3. Beri petunjuk yang spesifik dan singkat
Daripada berkata, “Bukan begitu,” gunakan petunjuk yang menjelaskan posisi, misalnya, “Balok kuning ada di atas balok merah,” atau, “Balok panjang berada di samping balok kotak.” Bahasa yang konkret membantu percakapan tetap terhubung dengan benda yang sedang dilihat.
4. Bandingkan tanpa mencari kesalahan
Setelah kedua susunan selesai, lihat bersama-sama. Ajak anak menemukan bagian yang sama dan berbeda. Contohnya, “Kita sama-sama memakai dua balok,” atau, “Susunanmu lebih panjang ke samping.” Cara ini membuat kegiatan membandingkan terasa seperti pengamatan, bukan penilaian benar dan salah.
5. Tukar peran
Berikan kesempatan kepada anak untuk membuat contoh, kemudian orang tua yang mengikuti. Bagian ini sering terasa lebih seru karena anak menjadi pemimpin permainan. Sengaja tanyakan posisi balok dengan nada ringan, misalnya, “Setelah balok biru, Bunda harus mengambil yang mana?”
Variasi permainan agar tidak cepat membosankan
Jika anak sudah nyaman dengan dua atau tiga balok, tambahkan variasi sedikit demi sedikit. Jangan menambah jumlah balok, aturan warna, dan batas waktu sekaligus. Satu perubahan dalam satu putaran sudah cukup agar tantangan tetap mudah dipahami.
- Ikuti warna: gunakan bentuk yang sama, tetapi susun warna dalam urutan tertentu.
- Ikuti bentuk: pilih balok panjang, kotak, atau bentuk lain tanpa mewajibkan warna yang sama.
- Susun ke samping: buat pola mendatar agar anak tidak selalu menumpuk ke atas.
- Lihat lalu tutup: perlihatkan susunan singkat, tutup dengan kain, kemudian ajak anak membuat yang ia ingat. Gunakan sedikit balok agar tetap santai.
- Ceritakan bangunannya: setelah mengikuti contoh, tambahkan tokoh mainan dan ajak anak memberi nama pada hasil susunan.
Permainan juga dapat disambungkan dengan aktivitas mengenalkan pola dan urutan. Misalnya, susun balok merah-biru-merah-biru secara mendatar, lalu ajak anak memilih warna berikutnya. Jika ingin membandingkan ukuran, gunakan ide dari aktivitas menyusun benda dari kecil ke besar.
Jika anak memilih membuat susunan sendiri
Tidak semua sesi harus berakhir dengan susunan yang sama. Anak mungkin melihat contoh, mengambil balok yang berbeda, lalu membuat bangunan versinya sendiri. Ayah dan Bunda dapat mengakui pilihannya sambil tetap menjaga tujuan permainan, misalnya, “Kamu membuat bentuk baru. Setelah ini, mau coba satu susunan yang sama dengan contoh?”
Jika anak belum tertarik, akhiri tanpa memaksa dan coba lagi pada kesempatan lain. Durasi singkat yang menyenangkan lebih mudah diulang daripada permainan panjang yang penuh koreksi. Orang tua juga dapat memilih waktu ketika anak tidak sedang mengantuk, lapar, atau ingin melakukan kegiatan lain.
Saat balok jatuh, respons tenang dapat menjaga suasana bermain. Katakan, “Baloknya jatuh, kita buat lagi,” lalu beri kesempatan anak memulai kembali. Jika ia kecewa, kurangi tinggi susunan atau ubah permainan menjadi menyusun ke samping.
Kalimat sederhana yang bisa digunakan orang tua
Percakapan selama bermain tidak perlu panjang. Gunakan kalimat yang menggambarkan tindakan, posisi, dan pilihan anak. Beberapa contoh berikut dapat dicoba:
- “Kita lihat balok yang paling bawah.”
- “Kamu memilih warna yang sama.”
- “Balok panjangnya diletakkan di samping.”
- “Susunan kita berbeda di bagian atas.”
- “Sekarang kamu yang membuat contoh.”
Jika anak menyukai permainan mencari pasangan, lanjutkan dengan aktivitas mencari pasangan benda. Keduanya dapat dilakukan bergantian menggunakan benda yang tersedia di rumah tanpa harus menyiapkan sesi belajar khusus.
Kapan permainan sebaiknya dihentikan?
Hentikan atau ubah aktivitas ketika anak mulai melempar balok, berulang kali meninggalkan area, atau jelas meminta permainan lain. Beri penutup yang singkat, seperti, “Kita simpan baloknya, nanti bisa bermain lagi.” Setelah itu, ajak anak mengembalikan beberapa balok ke tempatnya tanpa menuntut semuanya selesai sendiri.
Untuk pengalaman bermain bersama yang lebih terarah, Ayah dan Bunda juga dapat melihat informasi terbaru di halaman JoyClass Ikoojoy. Pilih kegiatan yang sesuai dengan minat dan kesiapan anak, lalu pertahankan suasana yang ringan dan fleksibel.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Berapa banyak balok yang digunakan untuk awal permainan?
Dua atau tiga balok sudah cukup untuk contoh pertama. Tambahkan jumlahnya ketika anak terlihat nyaman mengikuti susunan sederhana.
Apakah warna balok harus sama persis?
Tidak harus. Orang tua dapat memilih fokus permainan, misalnya hanya mengikuti bentuk atau posisi. Sampaikan aturan sederhana sejak awal agar anak mengetahui bagian mana yang sedang diamati.
Bagaimana jika anak selalu merobohkan susunan?
Merobohkan balok bisa dijadikan bagian penutup permainan. Buat satu susunan pendek untuk diikuti, kemudian izinkan anak merobohkannya setelah selesai. Jika ia belum ingin mengikuti contoh, coba kembali pada hari lain tanpa memaksa.
Foto “Kleinkind spielt mit Holzbausteinen und fördert dabei seine Motorik, abstraktes Denken und Kreativität” oleh Ivan Radic, CC BY 2.0; sumber. Foto dicrop dan diberi overlay desain oleh Ikoojoy.
![[Printable] – Tebak Angka [Printable] – Tebak Angka](https://ikoojoy.com/wp-content/uploads/2025/03/Printable-Tebak-Angka-300x300.png)
![[Printable]- Mengenal Pola & Urutan [Printable]- Mengenal Pola & Urutan](https://ikoojoy.com/wp-content/uploads/2025/03/Printable-Mengenal-Pola-Urutan-300x300.png)
![[Printable]- Belajar Motorik Anak [Printable]- Belajar Motorik Anak](https://ikoojoy.com/wp-content/uploads/2025/01/Ikoojoy-Product-Square_20250131_084714_0000-300x300.png)
![[Printable]- Belajar Mengenalkan ekspresi [Printable]- Belajar Mengenalkan ekspresi](https://ikoojoy.com/wp-content/uploads/2025/01/11-300x300.png)




