
Orang baik akan selalu menanamkan pikiran positif dalam hidupnya. Bahkan saat dia mengalami masa-masa sulit sekalipun sehingga akan menyebarkan suasana nyaman. Orang Baik Lebih Sering Menyapa Orang Lain Duluan. Orang baik tidak akan keberatan untuk menyapa semua orang. Bahkan terhadap orang yang berbuat jahat padanya sekalipun. Orang baik selalu terhindar dari rasa menjadi orang penting, ingin dicari dan dibutuhkan. Dia biasanya tidak membutuhkan pengakuan orang atas kinerjanya selama ini.
Orang Baik Tidak Ingin Menunjukkan bahwa Dia Baik. Tapi orang jahat akan selalu membangun citra baik untuk menutupi kekurangan dirinya. Orang Baik selalu Pintar Mengendalikan Emosi. Mereka terlihat sangat sabar dan toleran. Tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri. Orang Baik Akan Bercerita yang Bermanfaat dengan Tujuan Memberi Tahu. Bukan untuk menggiring opini publik bahwa hanya dirinyalah yang paling benar.
| Nama | Arti Nama |
| Adiputro | Anak lelaki yang baik hati |
| Dermawan | Murah hati |
| Dudiara | Dapat diandalkan, baik hati |
| Galih | Inti kayu, hati |
| Galih | Hati |
| Galuh | Hati |
| Ikbal | Tulus hati |
| Jatno | Berhati – hati |
| Karna | Pria yang lembut dan baik hati |
| Karno | (bentuk lain dari karna) pria yang lembut dan baik hati |
| Prawiradharama | Teman yang baik dan teguh hati |
| Rezkiana | Pemberian dari tuhan yang murah hati |
| Tulus | Rela, Bersih hati |
Orang Baik Tidak Akan Keberatan untuk Mengakui Kelebihan Orang Lain. Apalagi jika dia merasa bersalah. Mereka tidak akan segan-segan untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahan. Sedangkan orang jahat memiliki gengsi tinggi dan menganggap dirinya selalu benar. Jangankan mengaku salah, mengakui orang lain berprestasi saja gengsi.



